Monday, May 4, 2009

Night Fall at Piket Nol . . . . .


Sambungan neh.... 
Lepas dari piket nol kami memasuki kawasan Candipuro dan menyempatkan untuk break sejenak laporan ( sholat Dhuhur ). Perjalanan berikutnya terasa nyaman karena jalanan lempeng dan lurus. Tak terasa kami sudah memasuki Pasirian, kota kecil sebelum masuk Lumajang. Pasirian lumayan ramai (mirip Kepanjen lah) disini SF2 masuk pit line untuk isi bensin.
Dari Pasirian kami langsung cabut menuju Yosowilangun (berbekal peta dan tanya sana-sini ). Di tengah perjalanan kami bertemu Taruna pengangkut keluarga kemanten cewek Alfian. Akhirnya kami ngebut pontang panting ngejar tu Taruna (sopirnya mungkin lupa nginjek rem kali atau maniak ngegas ). Sampai di kawasan perbatasan Lumajang – Jember daerah Keting kami mampir masjid pukul 14.30 wib bukan untuk laporan tapi ganti uniform. 
Tempat acara serah terima kemanten di dusun Krajan berlangsung sederhana penuh kekeluargaan dan menyenangkan. Setelah dijamu (makan rawon oiy plus trancam dan krengsengan ), penat kami pun hilang. Nah sekarang saatnya pamitan ( dikasih informasi untuk segera cabut agar tidak kemalaman di kawasan piket nol ). Pikiran kami jadi sedikit suntuk, di satu sisi ingin ambil foto di piket nol tapi juga harus waspada gak boleh kemalaman. Oh ya kami dengan Taruna pisah jalan, Taruna pengen lewat jalan yang lempeng jalur Utara via Probolinggo ( karena Toni adik Alf mabuk berat ) sedang kami tetap konsen lewat jalur Selatan via Dampit.
Bertolak dari Yosowilangun pukul 16.00 wib , driver SF1 ganti Alfian sedang SF2 tetap setia pake tenaga si Agus. Yosowilangun tujuan piket nol kami lalui dengan ngebut dan nglakson ( heran nih si Alfian maniak banget nglakson ). Dekat daerah Pasirian SF1 isi amunisi plus ganti driver April trus langsung geber gas mengejar waktu sunset di piket nol.
Alhamdulillah sampai di kawasan piket nol kami belum kemalaman dan masih ada seberkas cahaya ( cukup untuk jepret sana jepret sini ). Bahkan kami bisa ambil foto di jembatan yang freak banget (Gladak Perak). Setelah puas kami pun ngintip jam sambil melongok langit yang mulai gelap (masih belum nyadar neh ).
Night fall at piket nol mulai merambah bukit-bukit disepanjang aliran lahar dingin gunung Semeru. Saat itulah kita baru mulai sadar akan bahaya dan cerita diseputar kawasan piket nol yang ngggirisi ini. Pengennya saya sih kita pulang nyantai n jalan bareng-bareng menikmati view jalan malam diperbukitan ini. Yang pertama kali nyadar kayaknya sih team SF2, buktinya mereka melibas kawasan piket nol (sempit, curam, jurang menganga, kelokan tajam nan pendek) dengan mengasapi kami SF1 jauh dibelakang. Sorot lampu SF2 sudah tidak kelihatan lagi ditelan gelapnya kawasan piket nol, tinggal SF1 pontang-panting geber gas berusaha mendekati SF2.
Akhirnya SF2 baru bisa dikentuti setelah jauh dari kawasan piket nol (mereka dengan jujur dan lugu bilang takut melewati piket nol yang gelap). Dasar mendol semua tu SF2 ninggalin kita digelapnya perbukitan piket nol. Tapi kami hepi kok akhirnya bisa beriringan SF1 dan SF2 melibas gelapnya malam jalur selatan (bahkan kami sempet mampir untuk beli salak Pondoh buat oleh-oleh).
Perjalanan ke Malang via Pronojiwo, Ampeldento, Tirtoyudo, Dampit dilalui dengan nyaman dan sedikit ngebut berkelok-kelok (mata kadang-kadang buta sesaat karena sorot kendaraan dari arah depan, gelap banget bos !) . Pukul 19.40 kami masuk Dampit untuk rehat sejenak (turun dari motor saya sempet mabuk, aneh kan ??? bawa motor bisa mabuk). Menuju Malang semua team ganti driver SF1 digawangi Alfian dan SF2 dibetot
 Si Fery. Selama perjalanan ke Malang SF2 gas pol dan melejit jauh di depan (si Fery pamer kemampuan tuh ?? ). Saking jauhnya kita baru ketemuan di daerah Turen, si Fery tak suruh kalem aja bos gak usah ngebut. Alhamdulillah perjalanan lancar, aman, menyenangkan dan mengesankan sampai juga di Sawojajar pukul 20.45 wib. Thanks God for the best moment (mugi-mugi diberi kesempatan lagi di lain waktu dan tempat serta acara yang berbeda amin....). See you next adventure...

2 comments:

  1. Memang rasanya indah, kalau lewat selatan dari lumajang ke malang, aku pengin jadinya, membaca ceritanya

    ReplyDelete
  2. sekitar tahun 1998-2004 yang lalu aku pernah bertugas di wilayah sana , rasanya aku kangen pengen kesana lagi entah kapan ....

    ReplyDelete