Friday, May 1, 2009

Open Road To Loemajank . . . . .


Riding with brotherhood akhirnya kesampaian juga. Pagi itu 12 April 2009 keluarga Alfian akan mengadakan acara sasrahan manten, alias serah terima penganten wanita menuju ke rumah penganten pria. Ini acara yang ditunggu dan dimanfaatkan untuk cross over the mountain Semeru sebagai pengganti jalan-jalan ke gunung Bromo yang gak kesampaian ( apalagi jadwalnya mepet dengan kepulangan Alf ke Luwuk Banggai tuk cari nafkah lagi hehehe…) Akhirnya keluarga Alf bersiap menggunakan mobil Daihatsu Taruna sedangkan kami sepakat naik motor saja.                                                                                                                                                                           
Motor yang kami siapkan ya Supra Fit ( maunya sih Tiger tapi denger-denger tuh nenek moyang kucing lagi demen daging manusia karena habitatnya terganggu ???!!! motor apa macan neh ???) Supaya mudah karena motornya ada 2 biar gampang dikenali kita sebut saja Supra Fit One ( SF1 ) dan Supra Fit Two ( SF2 ). Oh yaa tujuan kita adalah kota disebelah timur gunung Semeru yang setiap saat harus siap dengan batuknya tuh gunung tertinggi di Jawa. Yap ndak salah tebakanmu yaitu kota Lumajang. Let’s Go !!!!
Kami harus berangkat pagi mendahului si Taruna biar gak kedodoran ( baca kesalip ) di tengah jalan nantinya. Ok driver SF1 adalah saya sendiri dan boncengernya si Alf, SF2 dipandegani si Agus dengan co driver si Fery. Rute kami adalah Sawojajar ( Alf rumahmu jalan opo yoo??? sorry lupa hehehe ) Bululawang, Krebet, Turen, Dampit, Tirtoyudo, Ampel Gading, Pronojiwo, Candipuro, Pasirian, Lumajang dan Yosowilangun. Pheww lumayan jauh yaa ( saya perkirakan lebih dari 100 km ).
Tepat pukul 09.30 pagi kami berangkat beriringan dan SF1 paling cepat masuk pit line untuk isi bensin ( full boo !!). Rute Sawojajar ke Dampit kami lewati dengan santai, jalan yang lebar dan lurus via Bululawang, Krebet, Turen dilibas dengan kecepatan 70-80 km/jam. Di Turen Alf mampir ke Indomaret membeli amunisi untuk stamina kami ( M150 dan Pocari Sweet langsung kami tenggak ). Memasuki Dampit hati saya berdebar-debar penuh semangat petualangan ( membayangkan soale belum pernah ke lumajang hihihi ). Landscape kota Dampit yang hijau dan segar semakin membuat kami bersemangat, yup Lumajang kami dataaaang !!

Lepas dari Dampit jalanan mulai naik turun curam, kelokan tajam, jalanan sempit menghadang kami. Sepanjang jalan dari Dampit via Tirtoyudo kami lakukan sambil hati-hati karena jalanan ramai plus sempit penuh tikungan tajam (herannya SF2 malah ngebut jauh di depan). Lolos dari Tirtoyudo menuju Ampel Gading jalanan tetap curam, sempit meskipun kami sedikit terhibur dengan keasrian pemandangan di sepanjang perjalanan. Lepas dari Ampel Gading jalanan semakin curam dan berkelok-kelok tajam (untung jalanan sepi ) di tambah kanan kiri kadang jurang menghadang. Selama perjalanan saya menghitung ada 3 jembatan yang mengerikan ( ngeri karena banyak kategori : 1. sempit, 2. tinggi, 3. kondisi jembatan ) berhasil kami lalui dengan mulus. 
Memasuki kabupaten Lumajang jalanan masih tetap mengerikan tapi bersahabat karena landscapenya yang memang luar biasa ( Gunung Semeru selalu ada di sebelah kiri kami, sayang puncaknya tidak pernah terlihat karena tertutup awan ). Oh ya saya sempet heboh sewaktu kami harus melewati jembatan yang sempit melintasi lahar dingin Semeru ( salah sendiri nyetir sambil tolah-toleh, pas negok ke kanan bukan dasar jurang yang terlihat tetapi hanya awan !!! ya awan alias tidak terlihat dasarnya !!! lamat-lamat dikejauhan tampak garis pantai )

Wuihhh !! perjalanan masih jauh, tetapi kami dikejutkan oleh kelokan tajam yang naik semakin naik daaaaaan !!!! Piket Nol !!! Untuk sesaat kami tidak bisa berkata apa-apa, tanpa banyak bicara kami giring pelan-pelan SF1 dan SF2 menepi. Keindahan pemandangan yang ekstra luas dan view pantai Selatan dikejauhan menghilangkan penat kami. Setelah jeprat-jepret (minjem camera digital temen) dan minum, penat kami hilang. Perjalanan dilanjutkan melewati jembatan yang audzubilahminzalik tinggi dan curam ( kalo gak salah namanya Gladak Perak ato mungkin Glagah Perak ???!!) Melihat view yang cukup bagus kami berjanji untuk jeprat-jepret disini sepulang dari Lumajang. 
To be Continued . . . . 


No comments:

Post a Comment